Aku mendengar anak sungai merintih bagai seorang janda yang menangis
meratapi kematian anaknya dan aku kemudian bertanya,
"mengapa engkau menangis, sungaiku yang jernih??"
Dan sungai itu menjawab,
" sebab aku dipaksa mengalir ke kota tempat manusia merendahkan
dan menyia-nyiakan diriku dan menjadikanku minuman-minuman keras
dan mereka memperalatku bagai pembersih sampah, maracuni kemurnianku dan
mengubah sifat-sifatku yang baik menjadi sifat-sifat buruk"
dan menyia-nyiakan diriku dan menjadikanku minuman-minuman keras
dan mereka memperalatku bagai pembersih sampah, maracuni kemurnianku dan
mengubah sifat-sifatku yang baik menjadi sifat-sifat buruk"
Dan aku mendengar burung-burung menangis, dan aku bertany,
"mengapa engkau menangis, burung-burungku yang cantik??"
Dan salah satu burung itu terbang mendekatiku, dan hinggap disebuah
cabang pohon dan berkata,
cabang pohon dan berkata,
" anak-anak adam akan segera datang diladantg ini dengan membawa senjata-senjata
pembunuih dan menyerang kami seolah-olah kami adalah musuhnya.
kami sekarang terpisah diantara satu sama yang lain, sebab
kami tidak tahu siapa diantara kami yang bisa selamat dari kejahatan
manusia. ajal memburu kami kemanapun kami pergi. "
pembunuih dan menyerang kami seolah-olah kami adalah musuhnya.
kami sekarang terpisah diantara satu sama yang lain, sebab
kami tidak tahu siapa diantara kami yang bisa selamat dari kejahatan
manusia. ajal memburu kami kemanapun kami pergi. "
kini, matahari terbit dari balik puncak pegunungan,
dan menyinari puncak-puncak pepohonan dengan ronah mahkota.
kupandangi keindahan ini dan aku bertanya kepada diriku sendiri,
"mengapa manusia mesti menghncurkan segala karya yang telah diciptakan oleh alam?"
dan menyinari puncak-puncak pepohonan dengan ronah mahkota.
kupandangi keindahan ini dan aku bertanya kepada diriku sendiri,
"mengapa manusia mesti menghncurkan segala karya yang telah diciptakan oleh alam?"
0 komentar:
Posting Komentar